MAKALAH ANTENATAL CARE
Kesehatan reproduksi
Nama : Agustina Rosita Dewi
Kelas : XI.3 Keperawatan
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) RISE
KEDAWUNG
Jl. Brigjend Dhasono No 12.B By
Pass. Cirebon
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas
segala rahmat serta hidayah- Nya maka kami dapat menyelesaikan tugas makalah KESEHATAN
REPRODUKSI
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam
penulisan asuhan keperawatan ini. Untuk itu penulisan membuka diri untuk
menerima kritik dan saran dari guru pemberi tugas ini.
Semoga makalah ini dapat bermafaat bagi pembacanya.
Cirebon,15 nov 2014
DAFTAR ISI
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I
Pendahuluan
A.
Latar belakang
B.
Tujuan praktek klinik
C.
Rumusan masalah
BAB II
Pembahasan
A.
Definisi
C.
Fase Kehamilan
D.
Pada
Trimester I .
E.
Pada Trimester II
F.
Pada Trimester III
TINJAUAN
KASUS
FORMAT
PENGKAJIAN PADA IBU HAMIL
Penanganan terhadap keluhan
BAB III
Penutup
Saran
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Ilmu
Kebidanan atau Obstetri adalah bagian ilmu kedokteran yang khusus mempelajari
segala hal yang bersangkutan dengan lahirnya bayi. Dengan demikian, yang
menjadi objek dalam disiplin ilmu ini adalah kehamilan, persalinan, nifas, dan
bayi yang baru dilahirkan. Tujuan pelayanan kebidanan (Maternity Care) adalah
menjamin agar setiap wanita hamil dan wanita yang menyusui bayinya sehat tanpa
gangguan apa pun dan kemudian dapat dirawat bayinya dengan baik. Pelayanan
kebidanan dalam arti yang terbatas terdiri atas:
1) Pengawasan serta penanganan wanita dalam masa hamil dan pada waktu
persalinan;
2) Perawatan dan pemeriksaan wanita sesudah persalinan;
3) Perawatan bayi yang baru lahir; dan
4) Pemeliharaan laktasi.
Dalam arti yang lebih luas usaha-usaha yang dimulai lebih dahulu dengan
peningkatan kesehatan dan kesejahteraan para remaja sebagai calon ayah dan ibu,
dan dengan membantu mereka dalam mengembangkan sikap yang wajar terhadap
kehidupan kekeluargaan serta tempat keluarga dalam masyarakat. Reproduksi
adalah suatu fungsi pada manusia yang sangat penting untuk mempertahankan diri
dari kepunahan. Proses reproduksi mulai dari saat pembuahan, melalui masa
kehamilan dan akhirnya mencapai titik kulminasi berupa persalinan, maka
lahirlah insan yang menjadi generasi penerus.
B. Tujuan
Praktek Klinik
Adapun
tujuan pelaksanaan praktek klinik adalah :
1. Dapat mengetahui perawatan-perawatan pra kelahiran (Antenatal Care)
khususnya mengenai keluhan-keluhan ibu hamil.
2. Dapat mengumpulkan data yang diperlukan dan kemudian dianalisis dalam
laporan praktek klinik.
3. Dapat mengetahui dan lebih memahami secara implementasi dilapangan tentang
keluhan-keluhan pada masa pra kelahiran sebagai langkah awal dalam mempelajari
ilmu kebidanan (Obstetri).
C. Perumusan
Masalah
Disini
penulis dapat merumuskan tentang permasalahan-permasalahan yang lebih mendasar
dalam menangani keluhan-keluhan ibu hamil pada masa pra kelahiran (antenatal).
Beberapa hasil diagnosa dan wawancara (Anamnesa) terhadap beberapa pasien ibu
hamil dapat dijadikan sebagai acuan dalam merumuskan permasalahan-permasalahan
yang ada. Sehingga kemudian dapat ditentukan proses penanganan secara obstetris
terhadap ibu hamil melalui perawatan antenatal
iii
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Antenatal Care
Metode
pendeteksian yang melibatkan pemeriksaan rutin sejak masa kehamilan dini
disebut Antenatal Care. Sebuah tes yang dapat membantu calon orangtua untuk mendapatkan
mendiagnosa kecenderungan bayi lahir cacat atau normal. Sehingga jika ada
kemungkinan ketidaknormalan pada janin calon orangtua serta dokter yang
menangani dapat segera mengambil tindakan.
B.
Ruang Lingkup dalam Pemeriksaan Antenatal
Adapun ruang
lingkup yang termasuk dalam pemeriksaan Antenatal adalah sebagai berikut;
1. Tes darah
Jenis pemeriksaan ini dianjurkan
dokter setelah pasien dinyatakan positif hamil. Contoh darah akan diambil untuk
diperiksa apakah terinfeksi virus tertentu atau resus antibodi.
Contoh darah calon ibu juga digunakan untuk pemeriksaan hCG. Dunia kedokteran
menemukan, kadar hCG yang tinggi pada darah ibu hamil berarti ia memiliki
risiko yang tinggi memiliki bayi dengan sindroma Down.
2. Alfa
Fetoprotein (AFP)
Tes ini hanya pada ibu hamil dengan
cara mengambil contoh darah untuk diperiksa. Tes dilaksanakan pada minggu ke-16
hingga 18 kehamilan. Kadar Maternal-serum alfa-fetoprotein (MSAFP) yang tinggi
menunjukkan adanya cacat pada batang saraf seperti spina bifida (perubahan
bentuk atau terbelahnya ujung batang saraf) atau anencephali (tidak terdapatnya
semua atau sebagian batang otak). Kecuali itu, kadar MSAFP yang tinggi berisiko
terhadap kelahiran prematur atau memiliki bayi dengan berat lahir rendah.
3. Sampel Chorion
Villus (CVS)
Tes ini jarang dilakukan oleh para
dokter karena dikhawatirkan berisiko menyebabkan abortus spontan. Tes ini
dilakukan untuk memeriksa kemungkinan kerusakan pada kromosom. Serta untuk
mendiagnosa penyakit keturunan. Tes CVS ini mampu mendeteksi adanya kelainan
pada janin seperti Tay-Sachs, anemia sel sikel, fibrosis berkista, thalasemia,
dan sindroma Down.
4. Ultrasonografi (USG)
Tes ini dilakukan untuk mendeteksi
kelainan struktural pada janin, seperti; bibir sumbing atau anggota tubuh yang
tidak berkembang. Sayangnya USG tidak bisa mendeteksi kecacatan yang disebabkan
oleh faktor genetik. Biasanya USG dilakukan pada minggu ke-12 kehamilan. Pada
pemeriksaan lebih lanjut USG digunakan untuk melihat posisi plasenta dan jumlah
cairan amnion, sehingga bisa diketahui lebih jauh cacat yang diderita janin.
Kelainan jantung, paru-paru, otak, kepala, tulang belakang, ginjal dan kandung
kemih, sistem pencernaan, adalah hal-hal yang bisa diketahui lewat USG.
1
5.
Amiosentesis
Pemeriksaan ini biasanya dianjurkan
bila calon ibu berusia di atas 35 tahun. Karena hamil di usia ini memiliki
risiko cukup tinggi. Terutama untuk menentukan apakah janin menderita sindroma
Down atau tidak. Amniosentesis dilakukan dengan cara mengambil cairan amnion
melalui dinding perut ibu. Cairan amnion yang mengandung sel-sel janin,
bahan-bahan kimia, dan mikroorganisme, mampu memberikan informasi tentang
susunan genetik, kondisi janin, serta tingkat kematangannya. Tes ini dilakukan
pada minggu ke-16 dan 18 kehamilan. Sel-sel dari cairan amnion ini kemudian
dibiakkan di laboratorium. Umumnya memerlukan waktu sekitar 24 sampai 35 hari
untuk mengetahui dengan jelas dan tuntas hasil biakan tersebut.
6. Sampel
darah janin atau cordosentesis
Sampel darah janin yang diambil dari
tali pusar. Langkah ini diambil jika cacat yang disebabkan kromosom telah
terdeteksi oleh pemeriksaan USG. Biasanya dilakukan setelah kehamilan memasuki
usia 20 minggu. Tes ini bisa mendeteksi kelainan kromosom, kelainan metabolis,
kelainan gen tunggal, infeksi seperti toksoplasmosis atau rubela, juga kelainan
pada darah (rhesus), serta problem plasenta semisal kekurangan oksigen.
7. Fetoskopi
Meski keuntungan tes ini bisa
menemukan kemungkinan mengobati atau memperbaiki kelainan yang terdapat pada
janin. Namun tes ini jarang digunakan karena risiko tindakan fetoskopi cukup
tinggi. Sekitar 3 persen sampai 5 persen kemungkinan kehilangan janin.
Dilakukan dengan menggunakan alat mirip teleskop kecil, lengkap dengan lampu
dan lensa-lensa.
Dimasukkan melalui irisan kecil pada perut dan rahim ke dalam kantung amnion.
Alat-alat ini mampu memotret janin. Tentu saja sebelumnya perut si ibu hamil
diolesi antiseptik dan diberi anestesi lokal.
8. Biopsi kulit janin
Pemeriksaan ini jarang dilakukan di
Indonesia. Biopsi kulit janin (FSB) dilakukan untuk mendeteksi kecacatan serius
pada genetika kulit yang berasal dari keluarga, seperti epidermolysis bullosa
lethalis (EBL). Kondisi ini menunjukkan lapisan kulit yang tidak merekat dengan
pas satu sama lainnya sehingga menyebabkan panas yang sangat parah. Biasanya
tes ini dilakukan setelah melewati usia kehamilan 15-22 minggu.
C. Fase Kehamilan
Dalam pertumbuhan janin ada beberapa fase yaitu;
1. Fase 0 – 4 Minggu
Pada minggu-minggu awal ini, janin memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm.
Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sumsum tulang
belakang yang masih sederhana, dan tanda-tanda wajah yang akan terbentuk.
2. Fase 4 – 8 Minggu
Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 6 minggu, jantung janin mulai
berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang
wajah, mata, jari kaki, dan tangan
2
3. Fase 8 – 12 Minggu
Saat memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk.
Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya, sehingga dapat menampung
otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung,
dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai diliputi cairan
ketuban dan dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut.
Organ-organ tubuh utama janin kini telah terbentuk.
4. Fase 12 – 16 Minggu
Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui
alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu dan
mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka
mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna.
5. Fase 16 – 20 Minggu
Ia mulai dapat bereaksi terhadap suara ibunya. Akar-akar gigi tetap telah muncul
di belakang gigi susu. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si
kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan
bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung-ujung indera pengecap mulai berkembang
dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jarinya mulai nampak.
6. Fase 20 – 24 Minggu
Pada saat ini, ternyata besar tubuh si kecil sudah sebanding dengan badannya.
Alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai
melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain
itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.
7. Fase 24 – 28 Minggu
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan di kulit kepalanya rambut
mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai aktif. Ia dapat
mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia
dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya
berbicara. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat ini merupakan masa-masa bagi
sang janin mulai mempersiapkan diri menghadapi hari kelahirannya.
8. Fase 28 – 32 Minggu
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin
bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui
dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum
sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar
telah dapat bertahan hidup.
D. Pada Trimester I ( 0 – 12 Minggu)
Pada
bulan-bulan pertama kehamilan, mungkin tidak akan banyak orang yang mengerti
bila anda sedang hamil, karena belum terlihat perubahan yang nyata pada tubuh
anda. Tapi sesungguhnya tubuh anda secara aktif bekerja untuk menyesuaikan
secara fisik dan emosional bagi proses kehamilan ini.
3
Beberapa
perubahan pada tubuh ibu hamil di trimester pertama ( 0 – 12 minggu) kehamilan
:
·
Pembesaran
Payudara
·
Sering Buang
Air Kecil
·
Konstipasi
·
Morning
Sickness (Mual Muntah)
·
Merasa Lelah
·
Sakit Kepala
·
Pusing
·
Kram Perut
·
Meludah
·
Emosional
·
Peningkatan
Berat Badan
E. Pada
Trimester II ( 13 – 28 Minggu)
Beberapa perubahan yang terjadi pada kehamilan trimester kedua (13-28 minggu):
Perut Semakin Membesar
Setelah 12 minggu, rahim membesar dan melewati rongga panggul. Pembesaran rahim
akan bertumbuh sekitar 1 cm setiap minggu. Pada kehamilan 20 minggu bagian
teratas rahim sejajar dengan puser (umbilicus).
Setiap
individu akan berbeda-beda tapi kebanyakan wanita akan mulai tampak pembesaran
perutnya pada kehamilan 16 minggu.
·
Sendawa dan
Buang Angin
·
Pelupa
·
Rasa Nyeri
di Ulu Hati
·
Pertumbuhan
Rambut dan Kuku
·
Sakit di
Perut Bagian Bawah
·
Pusing
·
Mendengkur
·
Hidung dan
Gusi Berdarah
·
Perubahan
Kulit
·
Payudara
·
Kram Pada
Kaki
·
Pembengkakan
Sedikit
·
Merasakan
Gerakan Bayi Anda
F. Pada
Trimester II ( 13 – 28 Minggu )
Pada Trimester ke tiga ini perut anda sudah membesar. Dengan tambahan perubahan
emosi ini, tubuh secara fisik juga mengalami perubahan pada trimester akhir
ini.
Beberapa perubahan yang terjadi pada kehamilan trimester ke tiga:
a.Sakit
Punggung
Sakit pada punggung, hal ini
karena anda meningkatnya beban berat yang anda bawa yaitu bayi dalam kandungan.
4
b.Payudara
Keluarnya cairan dari payudara
yaitu colustrum adalah makanan bayi pertama yang kaya akan protein.
c.Konstipasi
Pada trimester ke tiga ini
konstipasi juga karena tekanan rahim yang membesar kedaerah usus selain
peningkatan hormone progesterone. Atasi dengan makanan berserat buahan dan
sayuran serta minum air yang banyak, serta olahraga.
d.Pernafasan
Pada kehamilan 33-36 banyak ibu
hamil akan merasa susah bernafas hal ini karena tekanan bayi yang berada dibawa
diafragma menekan paru ibu.
Tapi setelah kepala bayi sudah turun ke rongga panggul ini biasanya pada 2-3
minggu sebelum persalinan pada ibu yang pertama kali hamil maka anda akan
merasa lega dan bernafas lebih mudah . Selain itu juga rasa terbakar
didada(heart burn) biasanya juga ikut hilang. Karena berkurangnya tekanan
bagian tubuh bayi dibawah tulang iga ibu
e.Sering Kencing
Pembesaran rahim dan ketika kepala
bayi turun ke rongga panggul akan makin menekan kandung kencing anda.
f.Masalah
Tidur
Setelah perut anda besar anda dan bayi anda menendang di malam hari anda akan
menemukan kesulitan untuk dapat tidur nyenyak.
Varises
Peningkatan volume darah dan alirannya selama kehamilan akan menekan daerah
panggul dan vena di kaki, yang menyebabkan vena menonjol.
Dan pada akhir kehamilan kepala bayi juga akan menekan vena daerah panggul.
Varises juga dipengaruhi factor keturunan.
Kontraksi Perut
Braxton-Hicks
kontraksi atau kontraksi palsu. Kontraksi berupa rasa sakit yang ringan, tidak
teratur, dan hilang bila anda duduk atau istirahat.
Bengkak
Pertumbuhan bayi akan meningkatkan tekanan pada daerah kaki dan pergelangan
kaki anda, kadang tangan bengkak juga. Ini disebut edema, disebabkan oleh
perubahan hormonal yang menyebabkan retensi cairan.
Kram Kaki
Ini sering terjadi pada kehamilan trimester ke 2 dan 3, dan biasanya
berhubungan dengan perubahan sirkulasi, tekanan pada saraf dikaki atau karena
rendahnya kadar kalsium.
5
Cairan Vagina
Peningkatan cairan vagina selama kehamilan adalah normal. Cairan biasanya
jernih, pada awal kehamilan biasanya agak kental dan mendekati persalinan lebih
cair.
TINJAUAN KASUS
3.1. Pengumpulan Data
Pengumpulan
data untuk meninjau keluhan-keluhan ibu hamil dilakukan berdasarkan diagnosa
dan wawancara (anamnesa) terhadap pasien yang melakukan perawatan pra kelahiran
(antenatal care) di Rumah Bersalin Kasih Mama.
Adapun
pengumpulan datanya dapat dilihat sebagai berikut;
FORMAT PENGKAJIAN PADA IBU HAMIL
A.IDENTITAS
/ BIODATA
ü Nama ( Istri )
Umur
Suku/Kebangsaan
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat Rumah
Telp
Alamat Kantor
Telp
ü Nama ( Suami )
Umur
Suku/Kebangsaan
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat Rumah
Telp
Alamat Kantor
Telp :
6
B. ANAMNESA
( DATA SUBJEKTIF )
Tanggal :
Pukul :
1. Alasan
kunjungan ini : Memeriksa kehamilannya
2. Keluhan utama : Sering kencing
3. Riwayat Menstruasi : Teratur
Menarche : Umur 12 Tahun
Siklus : 28 hari
Banyaknya : 2 x ganti dux
Dismenorrhoe : —
Teratur / tidak teratur : teratur
Lamanya : 7 hari
Konsistensi darah : merah
4. Riwayat
kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang lalu : G : II P : O A : 0
- Pernah keguguran : – Umur kehamilan: …………..bln…………..kali
– Pernah dikuret : – kali
– Keguguran terakhir : -
– Jarak antara kehamilan : ……………………
– Pernah imunisasi TT : 2 x , pada usia hamil………………………..
– Persalinan yang lalu dibantu oleh : Bidan
– Tempat persalinan : RB Kasih Mama
– Jenis persalinan : -
– Komplikasi persalinan pada waktu yang lalu : -
7
5. Riwayat
Kehamilan ini
- HPHT : 19-12-2006
- TTP : 26-09-2007
- Keluhan – keluhan pada trimester I : Mual dan muntah
trimester II : ……………
trimester III : Tidak ada keluhan apa-apa
- Imunisasi
TT : -
- Kontrasepsi yang digunakan : -
- Bila pergerakan sudah terasa, pergerakan anak 24 jam terakhir : ………….kali
- Aktifitas sehari- hari :
Pola istirahat dan tidur :
Seksualitas : …………….
Pekerjaan :
- Imunisasi TT 1 pada tanggal ………………………….TT 2 tanggal…………………..
- Kontrasepsi yang pernah digunakan :
6. Riwayat
sosial :
– Perkawinan : resmi
– Status perkawinan : sah kawin : 1 kali
o Kehamilan ini : direncanakan
o Rencana pengasuh anak : Sendiri
o Perasaan tentang kehamilan ini : senang
C.PEMERIKSAAN
FISIK ( DATA OBYEKTIF )
1.Status
emosional : stabil
2. tanda vital : …………………….
8
– tekanan
darah : 110/ 80 mmHg
- denyut nadi : 84 X / menit
- pernafasan : 20 X / menit
- suhu : 37 oC
- berat badan : 64 kg
3. muka : – Oedema : tidak ada
– Konjungtiva : normal
– Sklera mata : normal
4. Dada : –
simetris : ada
– mammae : normal
– benjolan : tidak ada
– striae : -
– Aeola : normal
– puting susu : menonjol
5. Ekstremitas
- oedema tangan dan jari : tidak ada
- oedema tibia, kaki : tidak ada
- betis merah/lembek/keras : tidak ada
- varices tungkai : tidak ada
- refleks patella Ka : ada
Ki : ada
6. Abdomen :
Bekas luka : tidak ada
– Pembesaran perut : sesuai dengan umur kehamilan
9
– Bentuk perut : normal
– Oedema : tidak
– Acites : tidak
Pemiriksaan
kebidanan
*Palpasi uterus : ada
- T inggi fundus uteri : 29 cm
- Letak : kepala
- presentasi : kepala
- Punggung : kanan
- TBBJ : 2790
- Posisi janin : normal
- Kontraksi :
- Fekwensi : x/10 menit
- Kekuatan :
- Palpasi supra pubik kandung kemih :
*Akultasi : -
-DJJ : 143 x/i tempat : puka
-Frekuensi : teratur
7. Genitalia
* Inspeksi
Vulva dan Vagina : varices : tidak
Luka : tidak
Kemarahan : tidak
Nyeri : tidak
10
Parineum : Bekas luka/luka perut : tidak
Lain-lain : tidak
Bila ada :
S = Ibu Arnita umur 33 thn datang ke RB Kasih Mama. Ingin memeriksakan
kehamilannya,tidak ada keluhan .TTp = 19-12-2006.HPHT : 26 – 09 – 2007
O = TD =
110/80 mmHg
Nadi =84 x/menit
rr = 20 x/i
Suhu = 37 C
BB = 64 kg
DJJ = 134 x/m
L1 = TFU 2-3 jari / pusat
LII = Puka
L III = Kepala
L IV = Konvergen
A = G = I P=
O A = O. kehamilan normal usia kehamilan 28 minggu K/U Ibu dan Janin baik sudah
TT
P = * Beritahukan ibu hasil pemeriksaan
* Anjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang
bergizi.seperti : susu, buah buahan, sayuran.
* Memberitahukan ibu asal tidak makan makanan yang terlalu manis
–
Tanda-tanda bahaya pada kehamilan
Seperti : keluar cairan /vagina
Sakit kepala yang hebat
Bengkak kaki
11
* Ingatkan ibu persiapan persalinan
Seperti : – Biaya,Transportasi,Donor darah.
penolong/orang yang dapat mengambil keputusan
* Anjurkan ibu kepelayanan kesehatan bila terjadi komplikasi
– Ibu sudah mengerti penjelasan yang telah diberikan
3.2.
Pembahasan
Berdasarkan data yang diperoleh pasien ibu hamil tersebut mengalami kehamilan
secara normal, namun keluhan-keluhan tetap ada berdasarkan metabolisme dalam
kehamilan. Permasalahan yang paling dominan yang dialami oleh pasien adalah
keluhan sering kencing. Dalam hal ini dipengaruhi oleh somatomammotropin,
peningkatan plasma insulin dan hormon-hormon adrenal. Sering kencing/buang air
kecil terjadi karena kandung kencing tertekan oleh rahim yang membesar. Keluhan
biasanya akan berkurang pada kehamilan setelah 12 minggu dan timbul kembali
setelah kehamilan 28 minggu.
Pada
trimester pertama pasien ibu hamil mengalami mual dan muntah. Hal ini terjadi
karena adanya perubahan hormonal. Keluhan ini sering dikenal dengan “morning
sickness” karena mual dan muntah sering terjadi pada pagi hari pada bulan-bulan
pertama kehamilan.
Pada wanita
hamil basal metabolic rate (BMR) meninggi, system endokrin juga meninggi dan
tampak lebih jelas kelenjar gondoknya (glandula tireoidea). BMR meingkat hingga
15 % – 20 % yang umumnya ditemukan pada triwulan terakhir. Kalori yang
diperlukan untuk itu diperoleh terutama dari pembakaran hidrat arang, khususnya
sesudah kehamilan 20 minggu ke atas. Hal ini juga terjadi pada ibu hamil yang
menjadi objek penelitian praktek klinik.
Keseimbangan
asam-alkali sedikit mengalami perubahan konsentrasi alkali; pada wanita tidak
hamil kadar sebesar 155 mEq per liter menurun sampai 145 – 147 mEq pr liter.
Sehubungan dengan ini, serum Na turun dari 142 mEq per liter sampai 135 – 137
mEq per liter dan disertai oleh turunnya plasma bikarbonat dari 25 ke 22 mEq
per liter.
Protein
diperlukan sekali dalam kehamilan untuk perkembangan badan, alat kandungan,
mamma dan janin. Protein harus disimpan pula untuk kelak dapat dikeluarkan pada
laktasi. Maka dari itu perlu diperhatikan agar wanita hamil memperoleh cukup
protein selama hamil. Di banding wanita tidak hamil, wanita hamil butuh
tambahan 300 kalori per hari. Jumlah ini tidak banyak, kurang lebih setara
dengan 2 gelas susu, atau semangkuk sup, atau satu porsi daging. Jadi,
sebenarnya ibu hamil tidak perlu makan berlebih-lebihan, seperti yang sering
diyakini sebagian orang. Makan terlalu banyak bisa menyebabkan pertambahan
berat badan berlebihan, bayi jadi besar dan susah lahir, serta berat badan
sukar turun kembali setelah melahirkan.
12
Terhadap
suhu tubuh pasien ibu hamil mencapai 37 oC, ini tidak berbahaya apalagi pasien
tersebut bukan hamil muda. Kalau suhu tubuh mencapai > 38 oC bisa
membahayakan bayi. Demam bisa muncul akibat virus tertentu, misalnya campak yang
dapat menimbulkan cacat bawaan pada bayi. Jika demam, segera hubungi dokter
untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Dan jangan memakai obat-obatan tanpa
sepengetahuan dokter agar tidak menimbulkan efek samping terhadap janin.
3.3.
Penanganan terhadap keluhan
3.3.1. Keluhan Mual dan Muntah
Atasilah dengan makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam
jumlah atau porsi besar hanya membuat anda mual. Anda tak perlu kuatir kalau
bayi anda tak cukup nutrisi. Di awal kehamilan ini kebanyakan wanita hamil
hanya sedikit saja meningkat berat badannya dan ini tidak mempengaruhi
perkembangan bayi anda. Dan jangan kuatir biasanya keluhan mual-muntah akan
menghilang pada akhir trimester pertama.
Hubungi dokter anda bila mual-muntah menjadi sangat hebat, sehingga anda tidak
dapat makan atau minum apapun juga dan dapat menimbulkan kekurangan
cairan/dehidrasi. (Hiperemesis gravidarum).
Secara lebih
jelas cara mengatasinya yaitu;
• Makan lebih sering (misalnya 5-6 kali sehari) namun dalam porsi yang lebih
kecil.
• Makanlah biskuit asin atau roti jika merasa mual.
• Simpan makanan di samping tempat tidur (misalnya biskuit asin), dan biasakan
makan sedikit sebelum bangkit dari tempat tidur di pagi hari.
• Perbanyak menyantap makanan kaya vitamin B6 seperti roti gandum dan sereal,
kacang-kacangan, biji-bijian dan jagung, karena bisa mengurangi mual.
• Berpikir positif : mayoritas mual muntah akan hilang sendiri setelah
kehamilan bulan ketiga-keempat.
3.3.2.
Sering Kencing/Buang Air Kecil
Anda akan
merasa lebih sering ingin buang air kecil, ini karena adanya pertumbuhan rahim
yang menekan kandung kencing anda dan perubahan hormonal. Ingat jangan
mengurangi pemasukan cairan / minum anda untuk mengatasi problem ini karena
anda butuh cairan lebih pada saat hamil ini. Selain itu juga diharapkan
kebersihan tetap terjaga.
Cara
mengatasi:
• Hindari kebiasaan menahan kencing
13
• Waspadai
tanda-tanda infeksi saluran kencing : sakit dan panas saat kencing, rasa
kencing tidak puas.
• Kurangi minum pada waktu malam.
• Latihan Kegel exercise untuk menguatkan otot-otot dasar panggul.
14
BAB III
PENUTUP
4.1.
Kesimpulan
1. Kehamilan yang terjadi pada Ibu Arnita merupakan kehamilan normal. Namun
keluhan-keluhan yang dialaminya tetap ada sesuai dengan fase metabolisme
kehamilan yaitu hanya mengalami keluhan mual muntah dan sering kencing/buang
air kecil.
2. Penyebab sering kencing terjadi karena adanya pertumbuhan rahim yang menekan
kandung kencing dan perubahan hormonal.
3. Protein dan air sangat dibutuhkan pada masa kehamilan. Hal ini dikarenakan
untuk menjaga pertumbuhan janin dalam kandungan.
4.2. Saran
1. Untuk
pasien ibu hamil disarankan untuk tetap menjaga pertumbuhan janin sampai bayi
lahir sehat dan mengkonsumsi makanan bergizi namun dianjurkan jangan
mengkonsumsi makanan yang mengandung garam (asin), lemak, daging dan lain-lain.
2. Kritikan yang sehat dan bersifat membangun sangat diharapkan penulis untuk
mencapai kesempurnaan dalam proses belajar disiplin ilmu kebidanan (Obstetri).
Sehingga nantinya benar-benar dapat diterapkan dalam dunia kesehatan.
15
DAFTAR PUSTAKA
Wiknjosastro,
Hanifa, Prof. Dr, Ilmu Kebidanan, Edisi Ketiga Cetakan Kedua, Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, 1992.
Syafrida, 1996, Hubungan Pelayanan Antenatal Dengan Kematian Perinatal di Dati
II Bogor Tahun 1996-1997, Tesis Bidang Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia,
Depok.
Sintowati, Retno, Jurnal pendidikan kesehatan mengatasi keluhan hamil Pada
ibu-ibu hamil di asrama group ii kopassus Kartasura, Program Studi Keperawatan
Fakultas Ilmu Kedokteran niversitas Muhammadiyah Surakarta
Jurnal Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
RSUP DR. Sardjito, Yogyakarta
Website Info Diagnosa Kehamilan http://www.kuskus.us
Website Info Kesehatan : http://situs.kesrep
ro.info/kia/index.htm
Website Info Ibu Hamil : http://www.infoibu.com
Website Info Kebidanan http://www.conectique.com/
Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Kebidanan dan
penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran USU, 29 April 2006 oleh T.M. Hanafiah.
Majalah Cermin Kedokteran. Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Tahun 2003
16